Menghardik Perasaan

Menghardik Perasan

Tuhan melarang manusia menghardik peminta-minta,

Tuhan melarang manusia sewenang-wenang kepada anak yatim,

Tapi Tuhan, bolehkah tulisan ini menceritakan bagaimana hamba menghardik perasaan?


Senantiasa mengais cerita-cerita pada malam hening hingga terbit fajar, dengan seksama Kau dengarkan kaset kusut tentang perasaan, dan bagaimana aku menghardiknya dengan halus.


Hingga terbuka jalan menuju Juni, 

hingga hujan berhenti,

hingga aku kembali,

ke pangkuan Mu,

barangkali,

menghardik

perasaan

tidak akan

berhenti,

sesekali. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuesdays with Morrie

Bapak.