Bapak.
Playing: Yang Terbaik Bagimu- ADA Band
Hidup ini adalah kali pertama bagi Saya.
Sama seperti Bapak, kehidupan kali adalah kali pertamanya. Bertahun-tahun menyusuri setapak sepatu lusuh yang robek dari berbagai arahnya. Setiap mentari menyingsing Ia bertanya, "Tidak lelahkah Kau menanggung kacang-kacang itu, alih-alih berlari mengejar bel yang berbunyi di sekolahmu?", "Ya, tidak ada pilihan lain selain mendengarkan pertanyaan dari kacang-kacang yang kubawa, hendak dijual ke mana mereka kali ini".
Bapak tidak berhenti menyusuri jalan-jalan terjal itu sejak 1964, meskipun bisa saja Ia mengeluh, tapi entah ke mana telinga ini pergi bersembunyi sampai-sampai hal itu tidak pernah terdengar sampai dua puluh satu masa hidup. Selisih tiga puluh sembilan tahun, Bapak kini berada pada waktu yang tidak lagi mudah. Menantikan anaknya bisa berkata "Pak, akhirnya do'a-do'a bapak sudah terkabul, atau barangkali ada do'a lain? Siapa tau Tuhan memberikan jalannya melalui anakmu ini. Apa itu pak?".
Lengkungan di seluruh wajah nampak jelas memberikan garis kehidupan yang tidak mudah. Siapapun yang melihatnya akan langsung tau, bagaimana Ia bersikeras mengantarkan anaknya ke celah-celah menuju kebahagiaan. Do'a-do'a yang berlenggak-lenggok di langit sedang mengantre untuk dikabulkan Tuannya. Bapak dan seluruh kisah baiknya yang tidak akan pernah hilang sekalipun satu dunia membencinya. Bapak dan seluruh tangisannya yang tertutup senyumannya. Dinantinya kepulangan jelita mimpi yang menjadi harapannya. Andaikan Bapak membaca,
Pak, pakaian terbaik itu Saya usahakan untuk Bapak, siapa tau nanti di kehidupan selanjutnya kita kedinginan, akan datang rahmat Tuhan memberikan Bapak jubah yang memberi kehangatan bagi siapapun yang dianugerahi.
Sebelum pulang ke pangkuan Tuhan, kita berdua tidak akan pernah hilang dari ikatan. Bapak dan Mamah akan selalu menjadi alasan, mengapa mimpi dapat terwujud satu persatu setiap waktunya.
Barangkali matahari sudah tidak bersinar lagi nanti, sinar yang dipancarkan oleh Bapak akan selalu menerangi jalan tidak berhentinya harapan. Sekali lagi,
"Pak, pakaian terbaik itu Saya usahakan"
Bandung, 24 Mei 2024.
Komentar
Posting Komentar