Postingan

Tuesdays with Morrie

Gambar
The Book: Tuesdays with Morrie Baru banget selesai baca Buku Tuesdays with Morrie (Selasa bersama Morrie) karya Mitch Albom. Buku ini keitung lawas terbitnya aja di tahun 1997 bahkan udah ada filmnya yang tayang tahun 1999. Buku ini sangat menyentuh hati, ngasih tau gimana penerimaan hidup, tetap terhubung dengan orang sekitar saat sekarat, meskipun menuju kematian tetapi tetap memberikan kehidupan; bukannya menyerah dengan keadaan atau memberikan kisah-kisah kesedihan menuju kematian. Buku ini menceritakan kisah nyata, jadi terasa begitu hidup dan memang perlu dibaca oleh semua kalangan, baik yang sehat maupun yang tidak.  Buku ini nyeritain tentang seorang pekerja di media jurnalistik, Mitch, yang dulunya kuliah di Brandeis University. Setelah 16 tahun lulus dia akhirnya ketemu lagi sama dosennya, Morrie Schwartz seorang professor sosiologi. Beda keadaan, sekarang Morrie menderita ALS, penyakit yang diderita juga sama Stephen Hawking (siapa sih yang gak tau Hawking), malfungsiona...

Menghardik Perasaan

Menghardik  Perasan Tuhan melarang manusia menghardik peminta-minta, Tuhan melarang manusia sewenang-wenang kepada anak yatim, Tapi Tuhan, bolehkah tulisan ini menceritakan bagaimana hamba menghardik perasaan? Senantiasa mengais cerita-cerita pada malam hening hingga terbit fajar, dengan seksama Kau dengarkan kaset kusut tentang perasaan, dan bagaimana aku menghardiknya dengan halus. Hingga terbuka jalan menuju Juni,  hingga hujan berhenti, hingga aku kembali, ke pangkuan Mu, barangkali, menghardik perasaan tidak akan berhenti, sesekali. 

Bapak.

Playing: Yang Terbaik Bagimu - ADA Band Hidup ini adalah kali pertama bagi Saya. Sama seperti Bapak, kehidupan kali adalah kali pertamanya. Bertahun-tahun menyusuri setapak sepatu lusuh yang robek dari berbagai arahnya. Setiap mentari menyingsing Ia bertanya, "Tidak lelahkah Kau menanggung kacang-kacang itu, alih-alih berlari mengejar bel yang berbunyi di sekolahmu?", " Ya, tidak ada pilihan lain selain mendengarkan pertanyaan dari kacang-kacang yang kubawa, hendak dijual ke mana mereka kali ini ". Bapak tidak berhenti menyusuri jalan-jalan terjal itu sejak 1964, meskipun bisa saja Ia mengeluh, tapi entah ke mana telinga ini pergi bersembunyi sampai-sampai hal itu tidak pernah terdengar sampai dua puluh satu masa hidup. Selisih tiga puluh sembilan tahun, Bapak kini berada pada waktu yang tidak lagi mudah. Menantikan anaknya bisa berkata "Pak, akhirnya do'a-do'a bapak sudah terkabul, atau barangkali ada do'a lain? Siapa tau Tuhan memberikan jalannya...

Ruang Sendiri

Gambar
Gambar 1.3  Foto ini, klasik dan sederhana, seperti bagaimana kisah kita tahun ini  dan tujuh tahun sebelumnya, dih, hahaha..

Bersikeras Meromantisasi Hujan

Gambar
  Gambar 1.2  Foto ini, cantik dilihat dari sudut manapun,  di cerita lainnya akan ditampilkan foto-foto rupawan, tunggu ya!

Memulai Hari yang Lebih Bermakna di Akhir September

Gambar
Gambar 1.1 Foto ini, entah kenapa memberikan ketenangan tersendiri,  di cerita lainnya akan diperlihatkan jepretan dari sudut-sudut Bandung, tunggu ya! Ti dak semua hal baru atau rencana-rencana yang sudah disusun harus dilakukan di awal bulan, di awal minggu, di awal hari, atau serba di awal. Rencana itu sangat bisa dilakukan di akhir. Akhir September ini ada satu moment yang membuat diri ini yakin bahwa setidaknya hidup harus punya rencana, meskipun kecil-kecilan saja. Rencana untuk sesuatu yang tidak terlalu abstrak, rencana untuk sesuatu yang tidak terlalu berat, rencana untuk sesuat u yang juga tidak terlalu besar. Rencana untuk kembali memperbaiki jalan yang rusak dalam menggapai mimpi. Sosiologi sangat realistis, mengatakan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia akan selalu membutuhkan teman, manusia berinteraksi, memiliki hubungan, membangun solidaritas, membangun kelompok-kelompok dan sampai pada harmonisasi kehidupan. Tapi di samping itu, sangat besar kemungkina...