Bersikeras Meromantisasi Hujan
di cerita lainnya akan ditampilkan foto-foto rupawan, tunggu ya!
Hujan, jika kita amati ternyata memiliki fungsi laten dan fungsi manifes. Pembaca mungkin sudah mendengar apa itu fungsi laten dan fungsi manifes. Agar cerita ini lebih menarik, saya akan coba melihat hujan dari perspektif lain dengan menggunakan dua landasan tersebut.
Robert K. Merton, ya seorang Sosiolog, sosiolog lagi sosiolog lagi..ya mau bagaimana lagi, memberi tahu kita bahwa suatu hal memiliki dua fungsi, laten dan manifes. Fungsi laten artinya fungsi yang tidak direncanakan, terjadi begitu saja, atau ya sebenarnya tidak diharapkan. Satu lagi, fungsi manifes, ya bisa kita katakan yang sebaliknya dari fungsi laten.
Hujan dengan fungsi manifesnya untuk menyuburkan tanah, cadangan air ketika musim kemarau dan sumber air bersih untuk minum, mandi, mencuci dan lain sebagainya, fungsi tersebut sangat ilmiah, ya sudah pasti empiris, betulkan para sains club?
Hujan dengan fungsi latennya, menjadi momentum seseorang untuk menjatuhkan air hujan lain di pipinya, menjadi teman bercerita yang berisik namun seakan tercipta suasana yang romantis, meromantisasi hujan, begitu mungkin ya. Ibaratnya begini wir, ketika hujan turun, apalagi di Bulan Juni, atau di Bulan Oktober untuk pertama kalinya, di tambah lagi turun di Bandung yang diberkahi, hujan menjelma makhluk yang seolah memanggil-manggil dengan suara yang merdu dengan tanpa lelah mengajak untuk menari dalam kenangan-kenangan yang sudah hampir hilang, sebetulnya. Namun hujan, sekali lagi, seolah memberi tahu bahwa ada yang belum selesai yang harus diselesaikan hanya ketika Ia menyentuh bumi, menyentuh tanah yang sama-sama kita pijak. Sekali lagi, hujan dan fungsi latennya mencoba mengurai benang merah dari kenangan yang harus diselesaikan, mulai saat ini.
Satu puisi untuk hujan;
Hujan turun di rumahku,
Hujan turun di rumahmu.
Hujan turun di Selatan,
Hujan turun di Utara.
Rama pergi ke Timur,
Shinta juga,
Rama putar balik,
Shinta tidak.
Terima kasih sudah masuk ke dalam kacamataku, sampai berjumpa di cerita lain! Kalau menurut pembaca, hujan itu fungsinya laten atau manifes? Akan senang kalau pembaca meninggalkan komentar!
Bandung, 24 Oktober 2023
Komentar
Posting Komentar